71 TAHUN PERUM PFN: UPAYA KEMBALI MERAIH KEPERCAYAAN PUBLIK 07 Oct 2016

Jakarta, 6 Oktober 2016 – Hari ini Perum PFN merayakan hari lahirnya yang ke-71. Usianya hanya beda dua bulan dari republik ini. Perum PFN telah mengalami berbagai era.Seluruh bentuk dan karakteristik pemerintahan telah dilaluinya. Pasang surut telah dialami oleh perusahaan film milik negara satu-satunya ini.

Kini, Perum PFN harus mengukuhkan keberadaannya kembali. Tak ada kata pesimistis. Jajaran direksi baru yang telah diangkat sejak 22 Juli 2016, dengan nakhoda M. Abduh Aziz, praktisi film ini, siap melakukan revitalisasi Perum PFN. Pada usianya yang ke-71 ini, Perum PFN siap mengembalikan kepercayaan publik akan kompetensi yang dimilikinya. Pembaharuan akan dilakukan secara komprehensif.
Hal pertama yang akan dilakukan M. Abduh Aziz dan tim adalah bagaimana memperbaiki sarana fisik. Selain itu kerja-kerja produksi audio visual terus diupayakan terwujud sebagai core business Perum PFN. “Saat ini, kami sedang melakukan berbagai pertemuan dengan beberapa pihak menawarkan kerjasama dengan PFN.”

Hal kedua yang menjadi concern Dirut PFN ini, adalah terkait dengan visi ke depan untuk menjadikan PFN sebagai pusat perfilman lagi. “Kami akan melakukan diskusi dengan komunitas perfilman. Sejauh ini, banyak tanggapan positif dan bisa menjadikan PFN sebagai creative hub.

Agenda kerja ketiga, adalah meyakinkan kembali ke pemerintah bahwa film tetap sebagai alat penanaman nilai-nilai dalam kerangka revolusi mental dengan metode yang lebih persuasive serta bagian dari potensi ekonomi kreatif yang masih terbuka luas untuk dikembangkan. “Jika ketiga hal itu bisa di implementasikan, maka harapan menjadikan PFN kembali sebagai pusat perfilman bisa terwujudkan,” pungkas Abduh penuh percaya diri.

Usia memang hanya sebuah bilangan. Rasa berarti itulah sesungguhnya makna dari keberadaan sebuah lembaga. Ikon besar yang dimiliki Perum PFN seperti film boneka “Si Unyil” dan film propaganda yang legendaris, G30S/PKI, mungkin telah mengalahkan nama lembaga yang menaungi penciptaannya. Namun, bila semangat atau daya hidup itu masih menyala. Bukan mustahil akan kembali mengibarkan Perum PFN ke dalam pentas industri kreatif nasional. Semoga usia 71 tahun ini adalah momentum Perum PFN untuk kembali meraih kepercayaan publik