Lebih Peduli Cagar Budaya

Sumber : http://www.harnas.co/2017/05/19/lebih-peduli-terhadap-cagar-budaya

Cover story akhir pekan ini di Harian Nasional mencoba mengamati sejumlah bangunan cagar budaya yang terabaikan di kota besar Jakarta. Banyak bangunan tua peninggalan sejarah yang tersebar di Ibu kota, semakin banyak yang tidak terawat. Satu persatu cagar budaya itu pindah tangan. Salah satunya yang kami temukan adalah gedung Pusat Produksi Film Negara yang terasa kontras keberadaannya dibandingkan gedung rumah makan cepat saji disampingnya.

Di tangan pemilik baru, banyak bangunan asli cagar budaya di sejumlah tempat di Indonesia dibongkar dan dibangun sebuah bangunan gaya modern yang menghilangkan nilai-nilai sejarah dan budaya, menghilangkan lanskap masa lalu.

Di kawasan Jalan Hayamwuruk, Gajahmada dan kawasan Kota, banyak bangunan berubah konsep dari gaya masa lalu menjadi modern. Bahkan ada yang seperti sengaja dirusak, dirombak dibongkar, dibiarkan kumuh, semua karena ulah manusia yang tak pernah menghargai peninggalan sejarah, tak pernah memiliki jiwa melestarikan, tak pernah bersyukur dengan era masa lalu.

Untuk memelihara dan melestarikan bangunan tua tersebut diperlukan kesadaran dan kepedulian pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk serius dengan masalah ini, misalnya dengan menghapus pajak bagi pemilik yang memelihara bangunan tua tersebut dengan baik, atau minimal meringankan pajaknya. Bisa juga promosi wisata dengan memanfaatkan bangunan tua tersebut sebagai tujuan wisata utama Jakarta.

UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya menyebutkan yang termasuk  Cagar Budaya yaitu warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Benda cagar budaya biasanya sejumlah benda alami atau buatan manusia, baik bergerak atau tidak, yang punya hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia.  Benda cagar budaya tidak hanya penting bagi disiplin ilmu arkeologi, tetapi terdapat berbagai disiplin yang dapat melakukan analisis terhadapnya. Antropologi misalnya dapat melihat kaitan antara benda cagar budaya dengan kebudayaan sekarang.

Dalam  UU RI Nomor 11 Tahun 2010 juga dijelaskan tentang kriteria Cagar Budaya yaitu jika berusia 50 tahun atau lebih, mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan, dan memiliki nilai budaya bagi  penguatan kepribadian bangsa.