PFN merupakan salah satu perintis industri film di Indonesia. Lahirnya perusahaan ini diawali dengan pendirian perusahaan film oleh Albert Ballink pada 1934 yang bernama Java Pacific Film. Java Pacific Film terpisah dengan Kolonial Institute atau Institut Kolonial yang pada 1919 memproduksi film "Onze Oost" atau "Timur Milik Kita".

​

Kelahiran Java Pacific Film justru bersamaan dengan pembentukan Nederlandsch Indiche Bioscoopbond (Gabungan Bioskop Hindia) dan Film Commisie (cikal bakal Lembaga Sensor Film).

​

Pada 1936 nama Java Pacific Film berubah menjadi Algemeene Nederlands Indiesche Film (ANIF). Perusahaan ini memfokuskan diri pada pembuatan film cerita dan film dokumenter. Masuknya Jepang juga ikut menyumbang liku-liku cerita perusahaan ini.

​

ANIF diambil alih, dan namanya diganti menjadi Nippon Eiga Sha yang mengkhususkan diri memproduksi tayangan propaganda politik Jepang sebagai pemersatu Asia.

​

Memasuki era kemerdekaan, perusahaan ini diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Seiring dengan langkah tersebut, para karyawan perusahaan melakukan peliputan berbagai peristiwa bersejarah. Pada 1950, perusahaan ini berubah menjadi Perusahaan Pilem Negara (PPN), penyempurnaan ejaan membuat namanya menjadi Perusahaan Film Negara (PFN). Pergantian nama sempat kembali terjadi pada 1975.

​

Agar perusahaan bisa menghasilkan keuntungan dan berjalan secara profesional, pemerintah mengubah status PPFN menjadi Perusahaan Umum Produksi Film Negara (Perum PFN) dan berubah menjadi PT Perusahaan Produksi Film Negara. Jika dihitung sejak berdirinya perusahaan ini pada 1934, maka PFN telah berusia 84 tahun pada 2018 ini.

Perum Produksi Film Negara

Jl. Otista Raya  No. 125 - 127,

Kampung Melayu, Jatinegara,

Jakarta Timur - 13330

Indonesia

+62 21 8192508

info@pfn.co.id

Copyright © Perum PFN - 2018